Pajak perusahaan sebagai ekspresi kedaulatan kanton
Sejarah yang diuraikan dalam bab ini dapat dibaca sebagai pertarungan antara kedaulatan kanton dan standar internasional. Pada masa rezim-rezim khusus, kanton menggunakan kewenangannya atas tarif pajak dan status untuk menarik penghasilan yang mudah berpindah, dengan dukungan diam-diam dari Konfederasi, yang memperoleh manfaat dari pajak federal atas penghasilan tersebut. Uni Eropa (UE/EU) dan OECD menentang praktik ini atas nama persaingan yang adil dan integritas basis pajak. Swiss menghapus rezim-rezim tersebut, tetapi melakukannya dengan cara yang tetap mempertahankan kebebasan kanton untuk menetapkan tarif dan memilih di antara instrumen-instrumen baru. Dengan demikian, setiap kanton tetap memiliki kewenangan untuk menentukan sendiri pertukaran (trade-off) antara daya tarik dan penerimaan.1
Pilar Dua semakin mempersempit kebebasan ini, karena menetapkan batas bawah yang tidak dapat dilampaui oleh kanton mana pun dalam mengenakan pajak efektif atas grup besar. Namun, di bawah ambang batas pendapatan konsolidasi EUR 750 juta, kanton tetap bebas, dan bahkan di atas ambang batas tersebut kanton tetap memiliki diskresi atas penggunaan penerimaan dan atas kondisi nonpajak lokasinya. Paket lokasi Basel menggambarkan pergeseran ini dari persaingan melalui tarif pajak ke persaingan melalui belanja publik. Dalam pengertian ini, kedaulatan kanton telah berpindah ke bidang lain, di mana instrumennya adalah subsidi, infrastruktur, pendidikan, dan kebijakan keluarga. Menurut pandangan penulis, kasus Swiss menunjukkan bahwa sistem federal dapat menyerap standar global sambil tetap mempertahankan ruang yang berarti bagi pengambilan keputusan di tingkat lokal.
Kasus Basel juga menggambarkan batas-batas ruang tersebut. Kanton kecil yang bergantung pada beberapa grup global tidak dapat menetapkan kebijakan pajaknya secara terlepas dari keputusan yang diambil grup-grup tersebut sebagai tanggapan terhadap Amerika Serikat, UE, dan pasar tempat mereka menjual produknya. Kedaulatannya nyata, tetapi dijalankan dalam dialog yang erat dengan perusahaan-perusahaan yang dikenainya pajak dan dengan para pemilih yang harus menyetujui setiap langkah. Kombinasi otonomi fiskal, ketergantungan pada korporasi, dan demokrasi langsung ini merupakan ciri khas Basel sebagai pusat keuangan dan industri.
Catatan
- Mengenai hubungan antara kedaulatan pajak kanton dan standar perpajakan internasional, lihat literatur hukum tata negara dan hukum pajak Swiss, misalnya komentar atas Pasal 129 dan Pasal 129a Konstitusi Federal. Perlu diverifikasi. ↩
Hanya untuk informasi umum. Artikel ini bukan merupakan nasihat hukum atau pajak, tidak menggantikan nasihat atas kasus individual, dan tidak menimbulkan hubungan antara advokat dan klien. Artikel ini mencerminkan keadaan hukum per Oktober 2026.