Perantara asuransi
Undang-Undang Pengawasan Asuransi (VAG) membedakan antara perantara asuransi terikat dan tidak terikat. Perantara tidak terikat, lazimnya seorang pialang, berada dalam hubungan kepercayaan dengan pemegang polis dan bertindak untuk kepentingan pemegang polis, sedangkan perantara terikat terhubung secara ekonomi atau kontraktual dengan satu atau lebih perusahaan asuransi dan bertindak atas nama mereka.1 Sebelum 2024, perantara tidak terikat harus mendaftar pada Otoritas Pengawas Pasar Keuangan Swiss (FINMA), sedangkan perantara terikat dapat mendaftar secara sukarela. Sejak revisi, pendaftaran diwajibkan bagi perantara tidak terikat dan bagi perantara terikat yang mendistribusikan asuransi jiwa berkualifikasi atau bekerja untuk perusahaan asuransi yang dibebaskan dari pengawasan, sedangkan perantara terikat lainnya tidak lagi didaftarkan. Sebagai gantinya, perusahaan asuransi bertanggung jawab memastikan bahwa perantara terikatnya memenuhi persyaratan pelatihan dan perilaku.2
Semua perantara kini harus memenuhi persyaratan pelatihan dan pendidikan berkelanjutan, yang untuknya industri telah mengembangkan suatu standar bersama. Perantara tidak terikat juga harus memiliki asuransi tanggung gugat profesi atau jaminan keuangan yang setara dan harus bergabung dengan suatu kantor ombudsman.3 Mereka harus memberi tahu nasabah tentang identitas mereka, hubungan mereka dengan perusahaan asuransi, imbalan yang mereka terima, dan potensi benturan kepentingan. Ketentuan-ketentuan ini menanggapi kritik yang telah lama ada terhadap komisi yang dibayarkan dalam distribusi asuransi jiwa, terutama dalam distribusi asuransi kesehatan dan asuransi jiwa melalui telepon dan dari pintu ke pintu, yang telah mendorong lahirnya kesepakatan industri dan kemudian suatu undang-undang federal yang membatasi panggilan tanpa permintaan (cold calling) oleh pialang asuransi kesehatan.
Persoalan imbalan memiliki latar belakang khas Swiss. Dalam putusan tahun 2006 mengenai manajer aset, Mahkamah Agung Federal berpendapat bahwa retrosesi yang diterima oleh seorang kuasa pada prinsipnya menjadi milik pemberi kuasa, suatu penalaran yang kemudian diterapkan oleh pengadilan dan para komentator terhadap pialang.4 VAG yang direvisi membiarkan persoalan hukum perdata tersebut terbuka dan memusatkan perhatian pada transparansi. Karena itu, pialang yang memberi nasihat kepada nasabah korporasi di Basel, termasuk grup industri besar dan dana pensiun, lazimnya menyepakati imbalannya dengan nasabah dan mengungkapkan setiap komisi yang mereka terima dari perusahaan asuransi.
Catatan
- Pasal 40 VAG (definisi perantara asuransi, terikat dan tidak terikat); Pasal 40–45 VAG yang direvisi dan Pasal 182 dst. Peraturan Pengawasan Asuransi (AVO) (sebagaimana direvisi). Perlu diverifikasi. ↩
- Mengenai perubahan daftar perantara asuransi berdasarkan VAG yang direvisi (pendaftaran wajib bagi perantara tidak terikat; penghapusan perantara terikat dari daftar, dengan pengecualian), lihat FINMA, informasi tentang daftar perantara, dan Pasal 41 VAG (sebagaimana direvisi). Rincian perlu diverifikasi. ↩
- Pasal 41–45 VAG yang direvisi dan ketentuan AVO tentang pelatihan (Aus- und Weiterbildung), asuransi tanggung gugat profesi, keanggotaan pada ombudsman dan kewajiban pemberian informasi oleh perantara; standar industri dari asosiasi Cicero dan Asosiasi Asuransi Swiss. Perlu diverifikasi. ↩
- Mahkamah Agung Federal, Kumpulan Putusan Mahkamah Agung Federal (BGE) 132 III 460 (retrosesi dalam pengelolaan aset, 2006); BGE 137 III 393 (2011); mengenai penerapan prinsip-prinsip ini pada courtage pialang asuransi, lihat literatur tentang Pasal 400 Kitab Undang-Undang Hukum Perikatan Swiss (CO). Perlu diverifikasi. ↩
Hanya untuk informasi umum. Artikel ini bukan merupakan nasihat hukum atau pajak, tidak menggantikan nasihat atas kasus individual, dan tidak menimbulkan hubungan antara advokat dan klien. Artikel ini mencerminkan keadaan hukum per Oktober 2026.