Sanksi dan pasar seni
Hubungan antara karya seni dan sanksi menjadi topik publik pada bulan Juli 2020. Pada bulan itu, Permanent Subcommittee on Investigations Senat Amerika Serikat menerbitkan laporan staf berjudul The Art Industry and U.S. Policies That Undermine Sanctions. Menurut temuannya, perusahaan-perusahaan yang terkait dengan dua pengusaha Rusia yang ditetapkan sebagai sasaran sanksi Amerika telah memperoleh karya seni setelah tahun 2014 melalui balai lelang dan pedagang privat di Amerika Serikat, dengan menggunakan perantara dan perusahaan cangkang. Laporan tersebut tidak memuat temuan mengenai pertanggungjawaban pidana. Stafnya menyimpulkan bahwa ketergantungan pasar pada perantara telah memungkinkan transaksi berjalan tanpa penjual mengetahui identitas pembeli akhir. Laporan tersebut merekomendasikan perluasan Bank Secrecy Act hingga mencakup karya seni bernilai tinggi.1
Perang melawan Ukraina membuat masalah ini semakin mendesak. Sanksi yang diadopsi Uni Eropa (UE/EU) sejak bulan Februari 2022 mencakup larangan ekspor barang mewah ke Rusia, yang meliputi karya seni, benda koleksi, dan barang antik di atas suatu ambang nilai. Swiss mengadopsi tindakan-tindakan ini dalam Peraturan tentang Tindakan Terkait Situasi di Ukraina. Karena karya seni termasuk dalam konsep sumber daya ekonomi yang luas, galeri, balai lelang, dan perusahaan penyimpanan juga wajib membekukan karya yang dimiliki atau dikendalikan oleh orang yang ditetapkan sebagai sasaran sanksi. Aset semacam itu wajib dilaporkan kepada Sekretariat Negara untuk Urusan Ekonomi (SECO).2
Kewajiban-kewajiban ini menimbulkan kesulitan praktis yang telah diuraikan untuk barang pada umumnya dalam bab tentang kepabeanan, pengendalian ekspor, dan sanksi di perbatasan. Karya yang dititipkan untuk dilelang kepada balai lelang Swiss oleh perusahaan dengan struktur kepemilikan yang tidak jelas dapat saja milik orang yang ditetapkan sebagai sasaran sanksi tanpa ada petunjuk apa pun dalam formulir penitipan. Karena itu, SECO menekankan kewajiban untuk menyelidiki kepemilikan dan pengendalian. Laporan tentang pelaksanaan sanksi terhadap Rusia menyebutkan karya seni di antara aset yang dibekukan, tanpa mengungkapkan rincian kasus per kasus.3 Dengan perkembangan ini, pasar seni telah memasuki bidang kepatuhan (compliance) terhadap sanksi, bidang tempat perusahaan dagang dan bank di Basel sudah memiliki pengalaman yang cukup besar.
Catatan
- Senat Amerika Serikat, Permanent Subcommittee on Investigations, Staff Report, The Art Industry and U.S. Policies That Undermine Sanctions (29 Juli 2020). Temuan laporan tersebut merupakan temuan staf subkomite. Perlu diverifikasi. ↩
- Council Regulation (EU) No 833/2014, Pasal 3h dan Lampiran XVIII (barang mewah, termasuk karya seni dan barang antik), sebagaimana diubah sejak bulan Maret 2022; Peraturan Swiss tentang Tindakan Terkait Situasi di Ukraina (SR 946.231.176.72), khususnya ketentuan tentang barang mewah serta tentang pembekuan dan pelaporan sumber daya ekonomi. Ambang batas dan status perlu diverifikasi. ↩
- Mengenai pembekuan karya seni dan sumber daya ekonomi lainnya berdasarkan sanksi Swiss terhadap Rusia dan pelaporan oleh SECO, lihat siaran pers dan laporan Dewan Federal dan SECO sejak tahun 2022, serta Bagian H, bab III, dan Bagian G, bab V buku ini. Status perlu diverifikasi. ↩
Hanya untuk informasi umum. Artikel ini bukan merupakan nasihat hukum atau pajak, tidak menggantikan nasihat atas kasus individual, dan tidak menimbulkan hubungan antara advokat dan klien. Artikel ini mencerminkan keadaan hukum per Oktober 2026.