Skenario 2: Kepatuhan yang terotomatisasi
Dalam skenario kedua, perubahan terbesar terjadi di bidang kepatuhan dan pengawasan. Pada 2035, pemantauan transaksi, penerimaan klien, dan penyaringan terhadap daftar sanksi sebagian besar telah diotomatisasi. Bank-bank berbagi data melalui teknik yang menjaga privasi, seperti yang diuji dalam Project Aurora, sehingga jaringan transaksi mencurigakan dapat dideteksi lintas lembaga dan lintas negara.1 Otoritas pengawas tidak lagi menelaah sampel berkas. Mereka mengawasi model yang digunakan lembaga dan menerima data secara waktu nyata, sehingga pengawasan itu sendiri menjadi sebagian terotomatisasi.
Skenario ini akan mengubah pekerjaan departemen kepatuhan dan para penasihat yang membantu mereka. Jumlah analis rutin akan berkurang, sementara permintaan akan spesialis validasi model, tata kelola data, dan penilaian hukum atas kasus-kasus kompleks akan meningkat. Klien akan mengalami proses penerimaan yang lebih cepat tetapi juga pemeriksaan yang lebih sistematis, karena sistem otomatis akan mendeteksi inkonsistensi yang mungkin terlewat oleh penelaah manusia. Bagi klien dengan struktur kompleks, seperti trust (wali amanat) dan yayasan (Stiftung) atau kepemilikan aset kripto dan aset digital, dokumentasi asal-usul kekayaan akan menjadi semakin penting. Indikator skenario ini adalah perubahan legislasi yang mengizinkan pertukaran data antarperantara keuangan, proyek pengawasan tentang pelaporan waktu nyata, dan meluasnya fasilitas bersama untuk uji tuntas (due diligence) klien.2
Catatan
- Skenario disusun oleh penulis, berdasarkan BIS Innovation Hub, Project Aurora (2023). Mengenai kerangka hukum pertukaran informasi antarperantara keuangan berdasarkan Undang-Undang Antipencucian Uang (AMLA) yang telah direvisi, lihat Bagian E, Bab III. Status perlu diverifikasi. ↩
- Mengenai fasilitas bersama know-your-customer dan proyek pelaporan regulasi, lihat kegiatan BIS Innovation Hub dan otoritas pengawas nasional di bidang suptech dan regtech. Status perlu diverifikasi. ↩
Hanya untuk informasi umum. Artikel ini bukan merupakan nasihat hukum atau pajak, tidak menggantikan nasihat atas kasus individual, dan tidak menimbulkan hubungan antara advokat dan klien. Artikel ini mencerminkan keadaan hukum per Oktober 2026.