Arsitektur Swiss Solvency Test
Sebelum adanya Uji Solvabilitas Swiss (Swiss Solvency Test/SST), perusahaan asuransi Swiss menghitung solvabilitasnya berdasarkan apa yang disebut ketentuan Solvency I, yang mengacu pada direktif-direktif Eropa tahun 1970-an. Margin solvabilitas yang disyaratkan merupakan persentase dari premi atau klaim dalam asuransi umum, dan dari cadangan matematis serta modal yang berisiko dalam asuransi jiwa.1 Rumus-rumus ini memiliki keunggulan berupa kesederhanaan, tetapi tidak memiliki kaitan dengan risiko aktual perusahaan asuransi. Perusahaan yang menginvestasikan seluruh cadangannya dalam saham memerlukan modal yang sama dengan perusahaan yang mencocokkan kewajibannya dengan obligasi berkualitas tinggi. Ketika pasar turun tajam pada tahun 2001 dan 2002, margin Solvency I sejumlah perusahaan tampak tetap memadai, sementara posisi ekonominya memburuk dengan cepat.
SST dirancang untuk mengukur realitas ekonomi. Pengembangannya dimulai pada tahun 2003 di bawah Kantor Federal Urusan Asuransi Swasta (BPV) melalui dialog dengan industri, para aktuaris dan kalangan akademisi. Setelah uji lapangan pada tahun 2004 dan 2005, SST mulai berlaku bersama Undang-Undang Pengawasan Asuransi (VAG) pada 1 Januari 2006, mula-mula dengan suatu masa transisi.2 Perusahaan asuransi besar diwajibkan menghitung SST sejak tahun 2008, dan seluruh perusahaan asuransi sejak tahun 2011, ketika masa transisi berakhir dan SST menjadi rezim solvabilitas yang mengikat.3 Pada waktu itu, Uni Eropa (UE/EU) masih merundingkan Solvency II, yang disahkan pada tahun 2009 tetapi baru berlaku pada 1 Januari 2016. Dengan demikian, Swiss telah memiliki rezim solvabilitas yang sepenuhnya berbasis risiko dan konsisten dengan pasar lima tahun lebih awal daripada UE.
Gagasan dasar SST mudah dinyatakan. Perusahaan asuransi harus memiliki modal yang cukup, diukur secara konsisten dengan pasar, untuk menyerap kerugian yang dapat timbul dalam tahun yang sangat tidak menguntungkan dan tetap mampu mengalihkan kewajibannya kepada perusahaan asuransi lain atau menyelesaikannya (run-off) secara tertib. SST membandingkan modal yang tersedia, yang disebut modal penanggung risiko (risikotragendes Kapital), dengan modal yang disyaratkan, yang disebut modal sasaran (Zielkapital).4 Hasil bagi keduanya, setelah disesuaikan dengan margin risiko, merupakan rasio SST. Rasio 100 persen berarti perusahaan asuransi memenuhi sasaran secara tepat, sedangkan rasio di atas 100 persen menunjukkan adanya penyangga modal.
Ukuran risiko SST adalah expected shortfall pada tingkat keyakinan 99 persen dengan horizon satu tahun, yang juga dikenal sebagai tail value at risk. Ukuran ini didefinisikan sebagai rata-rata kerugian dalam satu persen skenario terburuk atas perubahan modal penanggung risiko selama satu tahun.5 Pilihan ini membedakan SST dari Solvency II, yang menggunakan value at risk pada tingkat keyakinan 99,5 persen selama satu tahun. Perbedaannya lebih dari sekadar soal teknis. Value at risk hanya mengukur ambang batas yang di luarnya terletak 0,5 persen hasil terburuk, sedangkan expected shortfall memperhitungkan seberapa parah hasil-hasil tersebut. Karena itu, expected shortfall lebih peka terhadap risiko berekor tebal seperti bencana alam, pandemi atau krisis keuangan. Ukuran ini juga memiliki sifat matematis subaditivitas, yang berarti bahwa risiko suatu portofolio gabungan tidak dapat melebihi jumlah risiko bagian-bagiannya.6 Komite Basel mengadopsi expected shortfall untuk kerangka risiko pasar bank dalam Fundamental Review of the Trading Book pada tahun 2016, satu dasawarsa setelah SST.
Untuk distribusi risiko asuransi yang lazim, expected shortfall pada 99 persen dan value at risk pada 99,5 persen menghasilkan angka dengan orde besaran yang serupa. Karena itu, kalibrasi SST dimaksudkan agar secara garis besar sebanding dengan kalibrasi Solvency II, meskipun rincian model dan perlakuan terhadap risiko-risiko tertentu menimbulkan perbedaan yang cukup besar dalam kasus-kasus individual.7 Perbedaan-perbedaan ini menjadi pokok perdebatan panjang mengenai apakah Swiss memberlakukan persyaratan yang lebih ketat daripada UE, yang dibahas di bawah ini.
Catatan
- Mengenai ketentuan Solvency I sebagaimana diterapkan di Swiss sebelum SST dan dihapuskan dengan berlaku sejak 2011, lihat Pasal 23 dst. Peraturan Pengawasan Asuransi (AVO) yang lama dan direktif UE yang bersesuaian (Directive 2002/13/EC dan Directive 2002/83/EC). Perlu diverifikasi. ↩
- BPV, White Paper of the Swiss Solvency Test, November 2004; BPV, Technisches Dokument zum Swiss Solvency Test, 2006; uji lapangan 2004 dan 2005. Judul dan tanggal perlu diverifikasi. ↩
- Mengenai pengenalan SST secara bertahap (mulai berlaku 2006, 2008 untuk perusahaan besar, mengikat bagi seluruh perusahaan asuransi sejak 1 Januari 2011), lihat Otoritas Pengawas Pasar Keuangan Swiss (FINMA), publikasi SST dan ketentuan peralihan AVO. Perlu diverifikasi. ↩
- Pasal 9 VAG dan Pasal 21–53 AVO (sebagaimana direvisi) tentang SST; FINMA, dokumentasi teknis SST dan deskripsi model standar. Nomor pasal perlu diverifikasi. ↩
- Pasal 41 AVO (sebagaimana direvisi) dan dokumentasi SST FINMA: modal sasaran sebagai expected shortfall pada 99% atas perubahan modal penanggung risiko selama satu tahun, ditambah margin nilai pasar. Perlu diverifikasi. ↩
- Mengenai sifat-sifat teoretis expected shortfall sebagai ukuran risiko yang koheren, lihat Artzner/Delbaen/Eber/Heath, “Coherent Measures of Risk”, Mathematical Finance 9 (1999), 203–228; mengenai pemilihan expected shortfall dalam SST dan perbandingannya dengan VaR 99,5% dalam Solvency II, lihat literatur aktuaria. Perlu diverifikasi. ↩
- Mengenai keterbandingan secara garis besar antara ES 99% dan VaR 99,5% untuk risiko yang berdistribusi normal serta perbedaannya untuk risiko berekor tebal, lihat literatur aktuaria serta perbandingan oleh FINMA dan EIOPA sehubungan dengan penilaian kesetaraan. Perlu diverifikasi. ↩
Hanya untuk informasi umum. Artikel ini bukan merupakan nasihat hukum atau pajak, tidak menggantikan nasihat atas kasus individual, dan tidak menimbulkan hubungan antara advokat dan klien. Artikel ini mencerminkan keadaan hukum per Oktober 2026.