Proses Basel
Istilah “Proses Basel” (Basel Process) menggambarkan cara BIS menaungi dan mendukung kelompok-kelompok internasional yang mengupayakan stabilitas keuangan dan moneter. Proses ini bertumpu pada tiga unsur: pertemuan dua bulanan para gubernur, komite-komite yang dibentuk oleh para gubernur, dan asosiasi-asosiasi internasional yang sekretariatnya bernaung di BIS. Para gubernur bertemu setiap dua bulan di Basel, dalam Global Economy Meeting, yang mempertemukan para gubernur dari sekitar tiga puluh perekonomian terbesar, dan dalam All Governors' Meeting bank-bank sentral anggota. Pertemuan-pertemuan ini bersifat rahasia dan tidak menghasilkan komunike, meskipun diskusi di dalamnya membentuk agenda kebijakan bank-bank sentral di seluruh dunia.1
Komite-komite yang bernaung di BIS melapor kepada para gubernur. Komite Basel untuk Pengawasan Perbankan (Basel Committee on Banking Supervision/BCBS) menetapkan standar global untuk regulasi prudensial perbankan. Committee on Payments and Market Infrastructures (CPMI), sebelumnya Committee on Payment and Settlement Systems (CPSS), menetapkan standar untuk sistem pembayaran, kliring, dan penyelesaian. Committee on the Global Financial System (CGFS) memantau perkembangan di pasar keuangan, sedangkan Markets Committee menelaah berfungsinya pasar uang dan pasar valuta asing. Irving Fisher Committee on Central Bank Statistics menangani persoalan statistik. Terakhir, Central Bank Governance Group menelaah rancangan dan pengoperasian bank sentral sebagai lembaga. Bab II dan IV membahas komite-komite ini.2
Tiga asosiasi internasional dengan tata kelolanya sendiri juga memiliki sekretariat di BIS. Financial Stability Board (FSB), yang dibentuk pada tahun 2009 sebagai penerus Financial Stability Forum (FSF) tahun 1999, mengoordinasikan kerja otoritas nasional dan lembaga penyusun standar berdasarkan mandat G20. International Association of Insurance Supervisors (IAIS), yang memindahkan sekretariatnya ke Basel pada tahun 1998, menetapkan standar pengawasan asuransi. International Association of Deposit Insurers (IADI), yang didirikan pada tahun 2002, melakukan hal yang sama untuk penjaminan simpanan. Financial Stability Institute, yang dibentuk oleh BIS dan Komite Basel pada tahun 1999, mendukung para pengawas di seluruh dunia dalam penerapan standar-standar tersebut melalui pelatihan, publikasi, dan sistem tutorial daring FSI Connect. Kedekatan fisik badan-badan ini di Basel memudahkan kontak informal dan pertukaran staf, yang merupakan salah satu alasan mengapa Proses Basel terbukti begitu langgeng.3
Catatan
- Mengenai Proses Basel dan pertemuan dua bulanan para gubernur (Global Economy Meeting, All Governors' Meeting, Economic Consultative Committee), lihat Laporan Tahunan BIS, bagian “The Basel Process”, dan situs web BIS. Jumlah peserta perlu diverifikasi. ↩
- Mengenai komite-komite yang bernaung di BIS (BCBS, CPMI, CGFS, Markets Committee, Irving Fisher Committee, Central Bank Governance Group), lihat Laporan Tahunan BIS, bagian “The Basel Process”; mengenai penggantian nama CPSS menjadi CPMI pada tahun 2014, lihat siaran pers BIS tanggal 1 September 2014. Perlu diverifikasi. ↩
- Mengenai FSB (2009, penerus FSF tahun 1999), IAIS (sekretariat di BIS sejak 1998), IADI (2002), dan Financial Stability Institute (1999), lihat Laporan Tahunan BIS, bagian “The Basel Process”, dan situs web badan-badan tersebut. Tanggal perlu diverifikasi. ↩
Hanya untuk informasi umum. Artikel ini bukan merupakan nasihat hukum atau pajak, tidak menggantikan nasihat atas kasus individual, dan tidak menimbulkan hubungan antara advokat dan klien. Artikel ini mencerminkan keadaan hukum per Oktober 2026.