Bisnis di Jerman pada masa Nazi
Bisnis perusahaan-perusahaan asuransi Swiss di Jerman menjadi persoalan moral dan politik setelah 1933. Rezim Nazi memaksakan kebijakannya kepada semua perusahaan yang beroperasi di Jerman, termasuk perusahaan asing. Karyawan dan agen Yahudi diberhentikan, sementara pemegang polis Yahudi dikenai tindakan diskriminatif. Melalui pajak pelarian Reich, pungutan modal atas orang Yahudi, dan tindakan lainnya, rezim menyita polis asuransi orang Yahudi yang beremigrasi atau dideportasi. Setelah pogrom November 1938, rezim menyita klaim asuransi orang Yahudi atas kerusakan harta benda mereka, yang wajib dibayarkan perusahaan asuransi kepada negara.1
Perusahaan-perusahaan asuransi Swiss yang beroperasi di Jerman, di antaranya perusahaan-perusahaan Basel, mematuhi tindakan-tindakan ini. Mereka membayarkan nilai polis pemegang polis Yahudi kepada negara Jerman sesuai dengan hukum Jerman. Mereka juga tidak menentang diskriminasi terhadap nasabah dan karyawan Yahudi mereka. Komisi Ahli Independen, yang menelaah perilaku perusahaan-perusahaan asuransi Swiss dalam sebuah studi terperinci, menyimpulkan bahwa mereka telah menyesuaikan diri dengan rezim Nazi untuk melindungi bisnis mereka di Jerman, dan bahwa perilaku mereka mencerminkan pengutamaan kepentingan bisnis di atas perlindungan terhadap orang-orang yang dianiaya.
Setelah perang, persoalan polis asuransi korban Holocaust berulang kali diangkat. Pada 1998, International Commission on Holocaust Era Insurance Claims dibentuk oleh perusahaan-perusahaan asuransi Eropa, organisasi-organisasi Yahudi, Negara Israel, dan regulator asuransi Amerika untuk memproses klaim atas polis yang belum dibayar. Beberapa perusahaan asuransi Swiss turut serta dalam kerja komisi tersebut, yang membayar ganti rugi kepada para penuntut hingga menyelesaikan tugasnya pada 2007.2 Persoalan polis asuransi era Holocaust merupakan bagian dari penelaahan yang lebih luas atas perilaku pusat keuangan Swiss selama Perang Dunia Kedua, yang diuraikan dalam Bab V.
Catatan
- Mengenai perlakuan terhadap pemegang polis Yahudi oleh perusahaan asuransi yang beroperasi di Jerman Nazi, termasuk penyitaan klaim asuransi setelah pogrom November 1938, lihat studi Komisi Ahli Independen tentang perusahaan asuransi Swiss pada masa Nazi (publikasi Komisi Bergier, jilid 12, 2002). Perlu diverifikasi. ↩
- Mengenai International Commission on Holocaust Era Insurance Claims (ICHEIC, 1998–2007), yang diketuai oleh Lawrence Eagleburger, dan keikutsertaan perusahaan-perusahaan asuransi Eropa termasuk perusahaan Swiss, lihat laporan akhir ICHEIC. Perlu diverifikasi. ↩
Hanya untuk informasi umum. Artikel ini bukan merupakan nasihat hukum atau pajak, tidak menggantikan nasihat atas kasus individual, dan tidak menimbulkan hubungan antara advokat dan klien. Artikel ini mencerminkan keadaan hukum per Oktober 2026.