Pengungsi Italia
Kelompok pengungsi pertama yang berarti datang dari Italia. Pada tahun 1540-an, penataan ulang Inkuisisi Roma dan gagalnya upaya rekonsiliasi dengan kaum Protestan mendorong banyak orang Italia yang bersimpati pada Reformasi untuk meninggalkan negerinya. Mereka datang dari Lucca, Siena, Napoli, Venesia, Milan, Locarno, dan kota-kota lain serta menetap di Jenewa, Zurich, Basel, Strasbourg, dan kota-kota Protestan lainnya.1
Beberapa pengungsi Italia di Basel adalah cendekiawan dan teolog yang pandangannya melampaui ortodoksi Reformasi. Celio Secondo Curione, seorang humanis dari Piemonte, mengajar retorika di Universitas Basel dari tahun 1546 hingga wafatnya pada tahun 1569 dan menerbitkan karya-karya yang membela keselamatan sebagian besar umat manusia, berlawanan dengan ajaran Calvinis tentang predestinasi. Bernardino Ochino, mantan pemimpin umum ordo Kapusin yang beralih ke Protestantisme, tinggal di Basel dan Zurich dan diusir dari Zurich pada tahun 1563 karena pandangan-pandangannya yang tidak ortodoks tentang perkawinan dan Tritunggal.2
Pietro Perna, seorang pencetak dari Lucca yang menetap di Basel pada tahun 1540-an, menjadi salah satu penerbit terpenting kaum eksil Italia. Ia mencetak karya-karya kaum Protestan dan pembangkang Italia, terjemahan karya sastra Italia, dan karya-karya politik, di antaranya terjemahan Latin Sang Pangeran karya Machiavelli, dan ia bertindak sebagai perantara antara kaum eksil Italia dan pasar-pasar buku Eropa.3 Karier Perna memperlihatkan bagaimana industri percetakan Basel, yang diuraikan dalam Bab I, menyediakan wadah bagi para pengungsi yang tidak dapat menerbitkan karya di negeri asal mereka.
Para pedagang Italia yang datang ke Basel membawa pengalaman dalam industri sutra serta teknik-teknik niaga dan keuangan Italia. Industri sutra Lucca, Firenze, Milan, dan Venesia merupakan yang paling maju di Eropa, dan teknik-teknik pemintalan, pewarnaan, dan penenunan sutranya dijaga dengan ketat. Para pengungsi yang pernah bekerja dalam perdagangan sutra membawa pengetahuan ini melintasi Pegunungan Alpen dan mendirikan bengkel-bengkel sutra di Zurich, Basel, dan kota-kota Swiss lainnya. Industri sutra Zurich dan Basel, yang menjadi industri utama kedua kota itu pada abad ke-17 dan ke-18, sebagian berasal dari para pengungsi Italia.
Suatu kelompok yang sangat penting datang dari Locarno. Pada tahun 1555, komunitas Protestan Locarno, sebuah kota di wilayah-wilayah bailiwick berbahasa Italia yang diperintah bersama oleh kanton-kanton Swiss, diusir berdasarkan keputusan mayoritas kanton yang beragama Katolik. Para pengungsi Locarno, sekitar dua ratus orang, pergi ke Zurich, tempat mereka mendirikan usaha-usaha sutra dan tekstil dan menjadi bagian dari elite Zurich. Keluarga-keluarga seperti Muralt dan Orelli merupakan keturunan mereka.4 Beberapa anggota keluarga-keluarga ini juga memiliki hubungan dengan Basel. Jilid pendamping tentang Zurich membahas sumbangan para pengungsi Locarno bagi perekonomian Zurich.
Catatan
- Mengenai para pengungsi Protestan Italia (esuli) pada tahun 1540-an hingga 1560-an di Jenewa, Zurich, Basel, dan tempat lain, lihat HLS, artikel “Glaubensflüchtlinge”; literatur mengenai Reformasi Italia di pengasingan. Perlu diverifikasi. ↩
- Mengenai Celio Secondo Curione (1503–1569) dan Bernardino Ochino (1487–1564), lihat HLS, artikel “Curione, Celio Secondo” dan “Ochino, Bernardino”. Perlu diverifikasi. ↩
- Mengenai Pietro Perna (sekitar 1519–1582), pencetak di Basel, dan terbitan-terbitannya, termasuk terjemahan Latin Il Principe karya Machiavelli (Basel, 1560), lihat HLS, artikel “Perna, Pietro”; literatur mengenai percetakan Italia di Basel. Perlu diverifikasi. ↩
- Mengenai pengusiran komunitas Protestan Locarno pada tahun 1555 dan penetapannya di Zurich (keluarga Muralt, Orelli, dan lainnya), lihat HLS, artikel “Locarno” dan “Glaubensflüchtlinge”. Perlu diverifikasi. ↩
Hanya untuk informasi umum. Artikel ini bukan merupakan nasihat hukum atau pajak, tidak menggantikan nasihat atas kasus individual, dan tidak menimbulkan hubungan antara advokat dan klien. Artikel ini mencerminkan keadaan hukum per Oktober 2026.