Misi di India
Pada tahun 1834, Misi Basel memulai karyanya di Pantai Malabar di India barat daya, di wilayah Mangalore, yang saat itu merupakan bagian dari Kepresidenan Madras Inggris. Misi ini berkembang di sepanjang pesisir dan ke pedalaman, hingga Kerala dan Karnataka, dengan mendirikan gereja, sekolah, dan lembaga di wilayah tempat komunitas Hindu, Muslim, dan Kristen yang lebih tua hidup berdampingan.1
Di India, misi ini menghadapi masalah tertentu. Para petobat Kristen dari keluarga Hindu sering kehilangan kasta, dukungan keluarga, dan mata pencaharian mereka, sehingga mereka membutuhkan sarana penghidupan yang baru. Misi menanggapinya dengan mendirikan usaha-usaha industri yang mempekerjakan para petobat: usaha penenunan, percetakan, bengkel pertukangan kayu, dan, yang paling berhasil, pabrik genting. Pabrik genting pertama didirikan di Mangalore pada tahun 1865. Genting tanah liat merah yang diproduksinya, yang dikenal sebagai genting Mangalore, menjadi salah satu bahan bangunan paling khas di India bagian selatan, yang digunakan pada rumah, gereja, dan gedung publik di seluruh wilayah tersebut.2
Usaha penenunan misi memproduksi tekstil untuk dijual di dalam negeri dan untuk ekspor. Salah satu produknya telah menjadi bagian dari kosakata pakaian global. Menurut sebuah tradisi yang banyak diulang, seorang penenun Misi Basel di Mangalore, John Haller, pada pertengahan abad ke-19 mengembangkan pewarna yang menghasilkan warna kecokelatan yang dikenal sebagai khaki, yang kemudian diadopsi angkatan darat Inggris untuk seragamnya di India.3 Meskipun atribusi ini diperdebatkan dan kain khaki diproduksi di beberapa tempat, tradisi tersebut menunjukkan arti penting yang diperoleh industri-industri misi dalam perekonomian India bagian selatan.
Catatan
- Mengenai Misi Basel di India Selatan (sejak tahun 1834, Mangalore dan Pantai Malabar), lihat literatur tentang sejarah Misi Basel di India. Perlu diverifikasi. ↩
- Mengenai pabrik-pabrik genting Misi Basel di Mangalore (sejak tahun 1865) dan genting Mangalore, lihat literatur tentang industri-industri Misi Basel di India. Perlu diverifikasi. ↩
- Mengenai tradisi bahwa pewarna khaki dikembangkan di usaha penenunan Misi Basel di Mangalore oleh John Haller pada pertengahan abad ke-19, lihat literatur tentang industri-industri Misi Basel; atribusi ini diperdebatkan dan perlu diverifikasi. ↩
Hanya untuk informasi umum. Artikel ini bukan merupakan nasihat hukum atau pajak, tidak menggantikan nasihat atas kasus individual, dan tidak menimbulkan hubungan antara advokat dan klien. Artikel ini mencerminkan keadaan hukum per Oktober 2026.