Masalah reparasi perang
Perjanjian Versailles tahun 1919 mewajibkan Jerman membayar pampasan perang atas kerusakan yang ditimbulkan oleh perang. Jumlahnya ditetapkan pada 1921 sebesar 132 miliar mark emas, jumlah yang jauh melampaui kemampuan bayar Jerman. Pembayaran pampasan perang menjadi salah satu masalah sentral politik dan keuangan internasional pada tahun 1920-an. Ketika Jerman menunggak pembayarannya pada 1923, Prancis dan Belgia menduduki Ruhr. Hiperinflasi Jerman pada tahun yang sama menghancurkan mata uang Jerman dan tabungan kelas menengah Jerman.1
Rencana Dawes tahun 1924, yang dirundingkan di bawah pimpinan bankir Amerika Charles Dawes, menstabilkan mata uang Jerman, menata ulang pembayaran pampasan perang, dan memberikan pinjaman internasional kepada Jerman. Rencana ini berjalan selama beberapa tahun, sementara modal Amerika mengalir ke Jerman dan memungkinkannya membayar pampasan perang dengan uang pinjaman. Pada 1929, sebuah komite ahli baru di bawah pimpinan industriawan Amerika Owen Young mengusulkan penyelesaian akhir, yaitu Rencana Young. Rencana ini mengurangi jumlah total, memperpanjang pembayaran hingga hampir enam puluh tahun, dan menggantikan kendali asing berdasarkan Rencana Dawes dengan lembaga baru: sebuah bank yang akan menerima pembayaran Jerman, menyalurkannya kepada para kreditur, mengelola pinjaman pampasan perang, dan memfasilitasi komersialisasi utang pampasan perang dengan menerbitkan obligasi.2
Gagasan tentang bank tersebut dikembangkan oleh para bankir sentral dalam Komite Young, di antaranya Hjalmar Schacht, presiden Reichsbank Jerman, dan Émile Moreau dari Banque de France. Schacht melihat bank tersebut sebagai instrumen yang juga dapat memajukan perdagangan dan kredit internasional, sehingga Jerman dapat memperoleh devisa yang diperlukannya untuk membayar pampasan perang. Para bankir dalam Komite menginginkan lembaga yang independen dari pemerintah, dikendalikan oleh bank-bank sentral, dan beroperasi menurut prinsip-prinsip komersial.
Catatan
- Mengenai pampasan perang yang ditetapkan oleh London Schedule of Payments tahun 1921 (132 miliar mark emas), pendudukan Ruhr pada 1923, dan hiperinflasi Jerman, lihat literatur standar tentang persoalan pampasan perang. Perlu diverifikasi. ↩
- Mengenai Rencana Dawes (1924) dan Rencana Young (1929), serta usulan Komite Young untuk mendirikan Bank for International Settlements, lihat literatur standar tentang persoalan pampasan perang; Toniolo, 2005, bab 1. Perlu diverifikasi. ↩
Hanya untuk informasi umum. Artikel ini bukan merupakan nasihat hukum atau pajak, tidak menggantikan nasihat atas kasus individual, dan tidak menimbulkan hubungan antara advokat dan klien. Artikel ini mencerminkan keadaan hukum per Oktober 2026.