CRS, FATCA, dan daftar pemilik manfaat: apa yang wajib dilaporkan struktur internasional
Trust, yayasan, atau perusahaan holding internasional saat ini jarang bersifat rahasia terhadap otoritas pajak. Common Reporting Standard (CRS), Foreign Account Tax Compliance Act (FATCA) Amerika Serikat, dan daftar pemilik manfaat (beneficial owner) secara bersama-sama memastikan bahwa orang-orang di balik suatu struktur teridentifikasi dan, dalam banyak kasus, dilaporkan kepada negara domisili mereka. Memahami klasifikasi setiap entitas merupakan titik awal agar pelaporan dilakukan dengan benar.
Pertukaran informasi otomatis
Common Reporting Standard, yang dikembangkan oleh OECD, mewajibkan lembaga keuangan untuk mengidentifikasi domisili pajak pemegang rekening dan melaporkan informasi rekening kepada otoritas pajak setempat, yang meneruskannya kepada negara mitra. Swiss menerapkan standar ini melalui Undang-Undang Federal tentang Pertukaran Informasi Otomatis Internasional di Bidang Perpajakan (AEOI Act), dengan mengumpulkan data sejak 2017 dan mempertukarkannya untuk pertama kali pada 2018. Jaringan negara mitra telah berkembang pesat sejak saat itu, dan OECD telah melengkapi standar tersebut dengan ketentuan mengenai aset kripto.
Trust dan entitas lain sebagai lembaga keuangan
Trust (wali amanat) atau yayasan (Stiftung) yang asetnya dikelola oleh wali amanat (trustee) profesional atau manajer aset sering kali diklasifikasikan sebagai lembaga keuangan itu sendiri, tepatnya sebagai entitas investasi. Entitas tersebut kemudian memiliki kewajiban pelaporannya sendiri dan wajib melaporkan pendiri trust (settlor), penerima manfaat, dan orang lain yang memegang kepentingan ekuitas kepada otoritas pajak di yurisdiksi tempat entitas itu berdomisili, atau tempat wali amanatnya berdomisili. Klasifikasi ini bergantung pada fakta, dan struktur yang sama dapat diperlakukan secara berbeda tergantung pada siapa yang mengelola asetnya.
Passive NFE dan orang yang memegang kendali
Apabila suatu entitas bukan lembaga keuangan dan terutama memperoleh penghasilan pasif, seperti dividen dan bunga, entitas tersebut biasanya merupakan entitas nonkeuangan pasif (passive NFE). Dalam hal demikian, bank tempat rekeningnya berada akan menembus entitas tersebut (look-through) dan melaporkan orang-orang yang memegang kendali atasnya. Untuk trust, mereka adalah pendiri trust, para wali amanat, protektor (jika ada), para penerima manfaat atau golongan penerima manfaat, dan setiap orang lain yang menjalankan kendali efektif tertinggi. Untuk perusahaan, mereka pada umumnya adalah orang-orang yang memiliki atau mengendalikannya, yang ditentukan sesuai dengan ketentuan antipencucian uang.
US person dalam struktur
FATCA mewajibkan lembaga keuangan asing untuk mengidentifikasi dan melaporkan rekening yang dimiliki oleh US person dan oleh entitas yang memiliki pemilik substansial dari Amerika Serikat. Swiss menerapkan FATCA berdasarkan perjanjian antarpemerintah dengan Amerika Serikat sejak 2014, dan peralihan ke model resiprokal telah disepakati. Adanya warga negara Amerika Serikat atau pemegang green card di antara para pendiri trust atau penerima manfaat suatu trust sangat mengubah analisisnya, baik untuk pelaporan maupun untuk pajak Amerika Serikat, dan hal ini perlu diidentifikasi sejak awal.
Daftar pemilik manfaat
Banyak yurisdiksi kini mewajibkan perusahaan, dan dalam beberapa kasus trust, untuk mencatat pemilik manfaatnya dalam daftar terpusat. Ketentuan aksesnya berbeda-beda, mulai dari akses yang hanya diberikan kepada otoritas hingga akses bagi orang yang memiliki kepentingan yang sah. Swiss telah mengesahkan undang-undang mengenai daftar federal pemilik manfaat badan hukum. Informasi dalam daftar-daftar ini diharapkan sesuai dengan informasi yang dimiliki bank dalam formulir pemilik manfaat mereka.
Hal yang bermanfaat dalam praktik
- Klasifikasikan setiap entitas secara tertulis. Memo singkat mengenai status CRS dan FATCA setiap wahana dapat menghindari sertifikasi mandiri (self-certification) yang tidak konsisten.
- Jaga agar sertifikasi mandiri tetap mutakhir. Perubahan domisili penerima manfaat atau protektor wajib diberitahukan kepada bank dan, jika relevan, kepada wali amanat.
- Selaraskan semua daftar dan formulir. Ketidaksesuaian antara catatan bank, entri dalam daftar, dan SPT akan menimbulkan pertanyaan.
Bagaimana Ressos Legal membantu
Penulis memberikan nasihat kepada wali amanat, keluarga, dan perusahaan mengenai klasifikasi CRS, FATCA, dan pemilik manfaat atas struktur mereka serta mengenai pembetulan kekurangan pelaporan di masa lalu. Hubungi penulis untuk percakapan awal.
Hanya untuk informasi umum. Artikel ini bukan merupakan nasihat hukum atau pajak, tidak menggantikan nasihat atas kasus individual, dan tidak menimbulkan hubungan antara advokat dan klien. Artikel ini mencerminkan keadaan hukum per Oktober 2026.