Di utara Pegunungan Alpen dan ke timur: Eropa Tengah dan Rusia
Pembangunan kembali setelah Perang Tiga Puluh Tahun
Pasar besar kedua bagi para empu danau terbuka di utara Pegunungan Alpen setelah Perdamaian Westfalen pada 1648. Perang Tiga Puluh Tahun telah menghancurkan kota-kota, gereja-gereja, dan biara-biara di seluruh Kekaisaran. Para pangeran Katolik, pangeran-uskup, dan abas di Jerman selatan, Austria, Bohemia, dan Polandia membangunnya kembali dengan gaya Italia yang baru. Mereka kekurangan pembangun lokal terlatih yang mampu mengerjakan kubah lengkung, kubah, dan dekorasi stuko dengan gaya Roma. Oleh karena itu, mereka berpaling kepada para empu berbahasa Italia dari Alpen selatan, yang oleh orang-orang sezaman di utara Pegunungan Alpen disebut sekadar orang Italia, sementara orang-orang yang sama dikenal sebagai orang Lombardia di Venesia dan Roma, sebagai luganesi di Turin, dan sebagai antelami di Genoa. Label tersebut tidak membedakan antara para empu dari Danau Lugano dan Danau Como dan para empu dari lembah-lembah Graubünden, Mesolcina dan Calanca.1 Selama sekitar satu abad, dari tahun 1650-an hingga tahun 1750-an, para empu ini mendominasi sebagian besar pembangunan Katolik di Eropa Tengah hingga mereka tergeser oleh empu-empu lokal yang dilatih di bengkel-bengkel mereka sendiri, seperti Asam bersaudara, Zimmermann bersaudara, dan para perajin stuko Wessobrunn. Para empu bekerja dalam regu-regu yang direkrut di desa-desa asal dan dipimpin oleh seorang capomastro atau oleh kontraktor yang bernegosiasi dengan klien. Regu untuk sebuah gereja besar biasanya terdiri atas tukang batu, tukang plester, perajin stuko, dan seorang pelukis untuk fresko, yang semuanya dapat berasal dari segelintir desa yang sama. Karena regu-regu itu pulang untuk musim dingin, satu keluarga dapat bekerja untuk beberapa klien dalam musim-musim berturut-turut, dengan reputasi yang dibangun di satu lokasi menghasilkan pesanan di lokasi berikutnya.2 Jejaring tersebut ditopang oleh perkawinan antara keluarga-keluarga dari desa-desa Luganese, Val d’Intelvi, dan Mesolcina, yang anggota-anggotanya bertemu di lokasi-lokasi konstruksi yang sama di seluruh Kekaisaran.
Wina, Passau, dan negeri-negeri Habsburg
Di Wina, Filiberto Lucchese dari Melide (1606–1666) menjadi arsitek istana kekaisaran dan merancang sayap Leopoldina di Hofburg, yang dibangun sejak 1660. Sayap tersebut kemudian dibangun kembali dan ditinggikan satu lantai di bawah Giovanni Pietro Tencalla dari Bissone (1629–1702).3 Keluarga Tencalla juga melahirkan pelukis fresko Carpoforo Tencalla (1623–1685), yang bekerja di Wina, di Moravia, dan di Passau, serta Costante Tencalla, yang mengabdi kepada raja-raja Polandia di Warsawa.
Katedral Passau, yang dibangun kembali setelah kebakaran kota tahun 1662, merupakan karya khas jejaring danau internasional ini. Arsiteknya adalah Carlo Lurago dari Pellio di Val d’Intelvi, dan dekorasi stukonya dikerjakan oleh Giovanni Battista Carlone dari Scaria beserta bengkelnya. Fresko-freskonya dilukis oleh Carpoforo Tencalla dari Bissone.4 Di Austria Hulu, Carlo Antonio Carlone (sekitar 1635–1708), juga dari cabang Scaria, membangun atau membangun kembali biara-biara St. Florian, Garsten, dan Schlierbach, sementara anggota keluarganya yang lain bekerja sebagai perajin stuko dan pelukis di Swabia dan Franken, di antaranya Diego Francesco Carlone (1674–1750) dan pelukis Carlo Innocenzo Carlone (1686– 1775).5
Catatan
- Laura Damiani Cabrini, “Maestranze artistiche”, Historisches Lexikon der Schweiz (HLS), versi 20 Maret 2015, https://hls-dhs-dss.ch/de/articles/047823/ (“nördlich der Alpen bezeichnete man sie als Italiener, in Venedig und Rom als Lombarden, in Turin als Luganesen und in Genua als maestri antelami ”). ↩
- Laura Damiani Cabrini, “Maestranze artistiche”, Dizionario storico della Svizzera (DSS), versi 20 Maret 2015, https://hls-dhs-dss.ch/it/articles/047823/. ↩
- DSS, “Lucchesi, Filiberto”, https://hls-dhs-dss.ch/it/articles/024540/; Ivano Proserpi, “Tencalla”, DSS, versi 24 Agustus 2012, https://hls-dhs-dss.ch/it/articles/047924/; mengenai pembangunan kembali sayap tersebut, lihat Wikipedia, “Hofburg”, https://en.wikipedia.org/wiki/Hofburg (digunakan sebagai upaya terakhir). ↩
- Wikipedia, “Passau Cathedral”, https://en.wikipedia.org/wiki/Passau_Cathedral (digunakan sebagai upaya terakhir); Ivano Proserpi, “Tencalla, Carpoforo”, DSS, versi 17 Juli 2009, https://hls-dhs-dss.ch/it/articles/022671/. ↩
- Wikipedia, “Carlo Antonio Carlone”, https://de.wikipedia.org/wiki/Carlo_Antonio_Carlone, dan “Carlone (Künstlerfamilie)”, https://de.wikipedia.org/wiki/Carlone_(K%C3%BCnstlerfamilie) (keduanya digunakan sebagai upaya terakhir), yang memperlakukan keluarga Carlone dari Scaria dan dari Rovio sebagai keluarga yang terpisah dan mencantumkan karya-karya Diego Francesco Carlone di Weingarten, Ansbach, dan Ludwigsburg serta karya-karya Carlo Innocenzo Carlone di Weingarten, Ansbach, dan Ludwigsburg. ↩
Hanya untuk informasi umum. Artikel ini bukan merupakan nasihat hukum atau pajak, tidak menggantikan nasihat atas kasus individual, dan tidak menimbulkan hubungan antara advokat dan klien. Artikel ini mencerminkan keadaan hukum per Oktober 2026.