Catatan praktisi: onboarding perusahaan kripto di bank Swiss
Bank Swiss yang menerima perusahaan kripto sebagai nasabah saat ini menelaah serangkaian pertanyaan yang telah menjadi cukup baku. Bank mengidentifikasi pemilik manfaat (beneficial owner) dan orang-orang yang memegang kendali dengan cara yang biasa. Bank kemudian memeriksa sumber dana dan kekayaan perusahaan, yang bagi perusahaan kripto sering kali berarti hasil penjualan token atau perdagangan aset kripto. Bank meminta bukti arus dana di blockchain, sering kali didukung oleh laporan dari penyedia analitik. Bank menanyakan apakah perusahaan tersebut sendiri merupakan perantara keuangan, dan jika demikian, apakah perusahaan itu tergabung dalam organisasi pengaturan mandiri atau memegang izin Otoritas Pengawas Pasar Keuangan Swiss (FINMA). Bank memeriksa klasifikasi token dan pendapat hukum atau surat tanpa tindakan (no-action letter) FINMA yang ada. Terakhir, bank menilai keterpaparan perusahaan terhadap orang dan yurisdiksi yang dikenai sanksi, yang sejak tahun 2022 mencakup pemeriksaan keterkaitan dengan Rusia (lihat Bagian I).
Penasihat yang mempersiapkan klien kripto untuk proses ini dapat menghemat waktu dengan menyusun berkas terlebih dahulu: dokumen korporasi, daftar pemilik manfaat, buku putih (white paper) dan syarat penjualan token, pendapat hukum, laporan analitik mengenai dompet-dompet yang relevan, keanggotaan organisasi pengaturan mandiri (SRO) atau izin, serta laporan keuangan yang diaudit apabila ada. Berkas tersebut tidak akan menjamin penerimaan, karena bank-bank tetap selektif dan beberapa di antaranya masih menolak klien kripto sebagai kebijakan. Namun, berkas tersebut akan mempersingkat pembahasan dan mengurangi risiko penolakan atas dasar formal.
Hanya untuk informasi umum. Artikel ini bukan merupakan nasihat hukum atau pajak, tidak menggantikan nasihat atas kasus individual, dan tidak menimbulkan hubungan antara advokat dan klien. Artikel ini mencerminkan keadaan hukum per Oktober 2026.