Catatan praktisi: analisis regulasi bisnis kripto di Swiss
Penasihat yang menganalisis posisi regulasi suatu usaha kripto di Swiss biasanya menempuh empat langkah. Pertama, menguraikan model bisnis secara tepat: token apa saja yang terlibat, siapa yang memegang kunci privat, layanan apa yang diberikan kepada siapa dan bagaimana usaha tersebut memperoleh pendapatannya. Kedua, mengklasifikasikan token berdasarkan kategori Otoritas Pengawas Pasar Keuangan Swiss (FINMA) dan menentukan apakah ada di antaranya yang merupakan efek, simpanan atau unit dana investasi. Ketiga, menelaah rezim perizinan satu per satu, mulai dari Undang-Undang Perbankan (BankA), melalui Undang-Undang Lembaga Keuangan (FinIA) dan Undang-Undang Infrastruktur Pasar Keuangan (FinMIA), hingga Undang-Undang Skema Investasi Kolektif (CISA). Keempat, memeriksa kewajiban berdasarkan Undang-Undang Anti Pencucian Uang (AMLA) dan Undang-Undang Layanan Keuangan (FinSA) yang berlaku bahkan apabila tidak diperlukan izin.
Hasil analisis sering kali menunjukkan bahwa usaha tersebut tidak memerlukan izin FINMA tetapi harus bergabung dengan organisasi swaregulasi, suatu posisi yang lazim bagi layanan penukaran, pialang token pembayaran dan kustodian berskala terbatas. Apabila analisis menghasilkan kewajiban izin, usaha tersebut harus memilih antara mengajukan permohonan izin, merestrukturisasi modelnya atau bekerja sama dengan mitra berizin. Banyak perusahaan di Zug memilih opsi terakhir, dengan menyediakan teknologi dan antarmuka nasabah sementara bank kripto atau perusahaan efek menjalankan kegiatan yang diregulasi. Penasihat sebaiknya mendokumentasikan analisis dalam sebuah memorandum, yang dapat diserahkan oleh usaha tersebut kepada banknya, auditornya dan, apabila perlu, kepada FINMA.
Hanya untuk informasi umum. Artikel ini bukan merupakan nasihat hukum atau pajak, tidak menggantikan nasihat atas kasus individual, dan tidak menimbulkan hubungan antara advokat dan klien. Artikel ini mencerminkan keadaan hukum per Oktober 2026.